Senin, 03 November 2014

KAMMI Dirikan Gerakan Wakaf Jilbab untuk Polwan

Adanya penguluran izin dibolehkannya para polisi wanita (polwan) untuk mengenakan jilbab, membuat organisasi dan lembaga Islam prihatin.
Untuk itu, salah satu organisasi mahasiswa Islam, yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unik yang diberi nama Gerakan Wakaf Jilbab Nasional untuk Polwan.
Ketua Umum PP KAMMI Andriyana mengatakan, gerakan ini muncul karena wujud keprihatinan organisasinya atas tertundanya peraturan izin mengenakan jilbab bagi para polwan di seluruh Indonesia. “KAMMI akan membuka posko secara nasional untuk gerakan wakaf jilbab ini,” ujarnya.
Gerakan tersebut juga bertujuan untuk menyindir dan menggugah kesadaran para jajaran petinggi Polri agar segera mengesahkan aturan teknis pemakaian jilbab bagi polwan.
Ketua PP KAMMI Bidang Perempuan Irma Budiarti mengatakan aturan tentang jilbab polwan ini jelas penting. Kebebasan warga negara untuk mengenakan jilbab termuat dalam pasal-pasal di UUD 1945. “Tidak ada alasan yang masuk akal agar terus menunda peraturan jilbab bagi polwan ini,” katanya.
Menurutnya, KAMMI akan melakukan konsolidasi untuk menggalang dukungan agar Kapolri segera mengeluarkan aturan jilbab. KAMMI juga akan membuka posko nasional wakaf jilbab ini di seluruh daerah.
Sedangkan di Jakarta, posko gerakan itu dipusatkan di Sekretariat PP KAMMI di Jalan Penggalang Raya, Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. “Nantinya jilbab yang terkumpul akan kami hadiahkan untuk para polwan di seluruh Indonesia,” ujar Irma.

Menyongsong Kongres Mahasiswa Indonesia 2014


Tujuan Acara :
1. Penyatuan pergerakan mahasiswa dengan satu mainstream perjuangan bersama.
2. Menjadikan khilafah sebagi mainstream perjuanga mahasiswa.
3. Untuk penegasan kembali pentingnya msush bersama sebagai akar masalah keterpurukan Indonesia.

Prolog
Mahasiswa adalah suatu kelompok elemen masyarakat yang memiliki idealisme tinggi, dimana tak seorang pun, tak seorang rezim pun yang mampu menghalangi ganasnya idealisme mahasiswa dalam mengusung perubahan.
Posisi mahasiwa yang sangat strategis sebagai penyambung lidah antara rakyat dan penguasa membuat mahasiswa peran mahasiswa sebagai sosok penyosong perubahan tampak jelas dan tak heran jika mahasiswa dijuluki sebagai Agent Of Change.
Sejarah sudah membuktikan bagaimana mahasiswa bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pergolakan politik Indonesia.
1. Tahun 1908, melahirkan Boedi Oetomo.
2. Tahun 1928, melahirkan Soempa Pemoeda.
3. Tahun 1945, melahirkan Gerakan Mahasiswa 45.
4. Tahun 1966, melahirkan angkatan 66 Orde baru. Dan akhirnya Soekarno tumbang oleh mahasiswa.
5. Tahun 1974, melahirkan gerakan anti modal asing Jepang yang disebut Malari 74.
6. Tahun 1978 melahirkan gerakan perlawanan terhadap Soeharto, langsung disebut Gema 77/78. berawal dari Bandung dan menyebar ke kampus-kampus se-Indonesia.
7. Tahun 1980-an, melahirkan Gerakan Mahasiswa Pasca NKK/BKK.
8. Tahun 1998, melahirkan Gerakan Mahasiswa 98 yang menumbangkan rezim Soeharto Orde baru.

Inilah mahsiswa yang hsrus dilakukan sebagai agen perubahan. tetapi deretan peran mahasiswa ini tidak membawa perubahan yang mendasar bagi Indonesia. hanya sebatas pergantian pucuk kepempinan atau disebut perubahan parsial.
dan kegagalan ini karena beberapa hal:

1. Mahasiswa belum menemukan akar masalah yang nantinya menjadi musuh bersama mahasiswa.
2. Tidak memilik konsep aturan atau sistem dalam perubahan yang diusung.

hingga sekarang pun masih terjadi, ditambah lagi dengan sporadisnya perjuangan mahasiswa untuk itu begitu pentingnya penyatuan perjuangan mahasiswa dan penegasan kembali musuh bersama.

Sabtu, 01 November 2014

FSLDK Kampanyekan Februari Sebagai Bulan Menutup Aurat

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK) Indonesia menetapkan Ferbruari 2014 sebagai bulan menutup aurat. Program yang mereka usung adalah Gerakan Menutup Aurat Internasional.
Koordinator Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia Geubrina Maghfirah menyampaikan, gerakan ini digunakan untuk mengingatkan kembali esensi menutup aurat yang tidak hanya diwajibkan bagi perempuan Muslim, tapi juga laki-laki.
Gerakan Menutup Aurat Internasional ini rencananya akan serentak dilaksanakan 14 Februari mendatang di berbagai kampus di Indonesia. “Acara akan berlangsung hingga 28 Februari, menyesuaikan jadwal akademik tiap kampus,” katanya, Rabu (5/2).
Ini untuk mengimbangi ingar-bingar perayaan hari Valentine yang biasa dilakukan pada 14 Februari. Selain membagikan jilbab, kaus kaki, dan lembar tausiyah, FSLDK juga akan mengajak Muslim yang masih kurang sempurna menutupi badan untuk memperbaiki cara berpakaian.
Misalnya, kata Geubrina, dengan menggunakan celana panjang saat berolahraga. FSLDK Indonesia masih menjajaki kemungkinan kerja sama dengan komunitas Muslimah berjilbab. “Jadi, kegiatan ini akan lebih semarak.”
Sayembara menulis perjuangan Muslimah berjilbab juga akan mulai dibuka pekan ini. Sebanyak 25 tulisan terbaik akan dibukukan dan diterbitkan. Mereka yang ingin berbagi kisah inspiratif tentang jilbab melalui sayembara bisa memantau akun Twitter @fsldkindonesia.
Geubrina mengatakan, mulai Rabu (12/2) hingga Sabtu (15/2), FSLDK menggelar kultwit tentang menutup aurat, bagaimana menutup aurat yang sesuai syariat, serta ajakan untuk menutup aurat tanpa menghakimi siapa pun.
Kultwit akan digulirkan pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan menggunakan hashtag #YukTutupAurat. LDK Al Hurriyah IPB juga melakukan beberapa kegiatan menjelang Valentine. Termasuk melakukan aksi serentak 1.000 jilbab pada 14 Februari.
Ketua LDK Al Hurriyah Al Amroyanu Habib menuturkan, dakwah soal hijab ditempuh melalui media sosial dan buletin. “Dan, pada 14 Februari, kami bersama lembaga dakwah fakultas membagikan 1.000 jilbab kepada Muslimah di kampus,” katanya.
Selain itu, untuk mahasiswa Muslim, LDK Al Hurriyah akan membagikan cokelat dan komik tentang berpakaian dan menutup aurat. Misalnya, saat bermain bola, mereka dianjurkan untuk menggunakan celana panjang.