Minggu, 26 Oktober 2014

Beginilah Muslimah Belanjakan Uangnya


Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Mungkin kita sering mendengar ungkapan tersebut. Memang benar, uang adalah salah satu faktor terpenuhinya kebutuhan hidup. Wajar jika semua orang mengejar uang. Sayangnya, uang itu sulit didapat, tapi begitu mudah dibelanjakan. Apalagi di tangan perempuan.
Ya, bagi perempuan, belanja adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu. Rasanya senang dan puas bisa mendapatkan barang-barang yang diinginkan, meski sejumlah uang melayang. Tak terkecuali Muslimah, tentu juga memiliki waktu khusus untuk belanja.
Apalagi yang sudah berstatus sebagai istri, tak lepas dari belanja kebutuhan hidup. Namun, tentu saja, pos-pos belanja Muslimah berbeda dengan belanja perempuan sekuler pada umumnya. Ambil contoh belanja fashion. Bagi perempuan sekuler, wajib hukumnya menyisihkan uang belanja untuk kebutuhan kosmetik, ke salon atau spa, perawatan wajah dan rambut, menicure dan pedicure, serta jenis perawatan tubuh lainnya. Bagi Muslimah, pos belanja ini bukanlah prioritas.
Bukan berarti Muslimah anti perawatan tubuh, tapi semua bisa dilakukan di rumah dengan biaya murah meriah. Apalagi, lebih terjamin keamanannya mengingat saat ini banyak beredar produk kosmetik atau perlakuan kecantikan yang berbahaya.
Lalu belanja fashion, perempuan sekuler akan sangat mengedepankan pakaian teranyar, paling up date dan bermerek. Harga tak menjadi pertimbangan, karena yang terpenting gengsi. Makin minim bahan, biasanya harga makin mahal.
Bagi Muslimah, tentu fashion jilbab dan kerudung syarí saja yang dibeli. Itupun tak perlu setiap bulan, karena jilbab akan tetap up to date hingga hari kiamat. Namun, jika sudah usang, sebaiknya diganti sebagai wujud rasa syukur sekaligus menghargai diri sendiri. Bukankah Allah SWT menyukai keindahan dan keserasian? Muslimah perlu juga tampil apik dan serasi, yang penting syar’í.
Selanjutnya uang refreshing, bagi perempuan sekuler juga sebuah kebutuhan. Mereka biasa menyegarkan pikiran dengan pergi ke tempat wisata, karaoke, bioskop, diskotek atau klub malam. Jalan-jalan, makan enak dan bersenang-senang butuh anggaran yang tak murah.
Bagi Muslimah, pos ini sungguh tidak penting. Jalan-jalan bersama keluarga memang perlu sesekali, tapi tak harus ke tempat wisata mewah yang menghabiskan rupiah. Bisa dipilih ke tempat wisata alam yang tidak menghabiskan uang dan jauh dari kemaksiatan.
Sebaliknya, pos belanja Muslimah yang menjadi prioritas misalnya sedekah. Atas izin suami, semestinya istri pun menjadikan sedekah sebagai bagian dari pos pengeluaran yang wajib dianggarkan rutin. Termasuk anggaran biaya untuk mendukung aktivitas dakwah. Muslimah juga memiliki pos pengeluaran khusus untuk mendukung proses penyadaran umat menuju kehidupan islami ini.
Selanjutnya belanja rutin, seperti membayar tagihan listrik, air atau pulsa telepon, pastinya tidak bisa dilewatkan. Demikian pula yang paling banyak menyedot anggaran, yakni kebutuhan pokok seperti sembako, bumbu dan makanan untuk kebutuhan keluarga. Muslimah paham betul wajibnya memenuhi hajatun udhowiyah berupa kebutuhan makan dan minum yang halal dan bergizi, sehingga tidak kikir menyediakannya demi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Tak lupa kebutuhan anak, meliputi biaya sekolah, piranti sekolah, cemilan atau bahkan mainan untuk mengasah imajinasi dan kecerdasannya. Ini juga harus dikeluarkan dengan cermat tanpa buang-buang uang. Nah, kunci dari keseimbangan dalam berbelanja adalah rasa syukur. Insya Allah, seberapapun uang belanja asal syukur akan merasa cukup dan dicukupkan oleh Allah SWT. Wallahuálam.

Alhamdulillah, MUI Luncurkan TV MUI


Bertepatan dengan Tahun Baru Islam, 1 Muharam tahun 1436 H atau Sabtu, 25 Oktober 2014, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meluncurkan TV-MUI di Gedung MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.
Ketua Umum MUI, Prof. Dr. H. Din Syamsuddin menyatakan, kehadiran TV-MUI merupakan buah perjuangan panjang dengan penuh kesabaran, karena MUI sudah lama menginginkan punya media tv agar dapat melakukan dakwah dan syiar Islam secara lebih luas.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, MUI menggandeng sejumlah pihak, antara lain dengan pendiri Trans Corp., Chairul Tanjung, Direktur Utama SCTV dan Indosiar, Tanto Hartono, serta dengan PT Telkom yang menyediakan frekuensi untuk TV-MUI.
Ditambahkan, TV-MUI dimaksudkan untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui media dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat.
TV MUI bisa disaksikan melalui parabola pada frekuensi 3793 MHz dan melaui internet. Adapun tagline yang diusung adalah berkhidmat bagi bangsa. Program-program yang ditayangkan antara lain tentang kuliah subuh, pengkajian Islam, fatwa-fatwa MUI serta ulasan produk halal.

Kenapa Menstruasi Tidak Teratur?


Sebulan sekali wanita pasti mengalami menstruasi. Hal ini sangatlah wajar dialami oleh kaum wanita. Tapi, terkadang masalah-masalah menstruasi itu sendiri selalu saja ada. Dari banyaknya masalah menstruasi, yang paling dikhawatirkan adalah ketika menstruasi itu tidak teratur. Apa yang menyebabkan menstruasi tidak teratur?
Sedikitnya ada 5 penyebab menstruasi yang tidak teratur.
1. Kehamilan
Alasan paling umum dari siklus menstruasi tidak teratur dalam kelompok usia reproduksi yaitu berhubungan dengan kehamilan. Jika siklus menstruasi terlewati, tes kehamilan menjadi sebuah keharusan. Kadang-kadang kehamilan juga bisa terjadi pada pasien perimenopause.
2. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi bisa mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur. Penggunaan pil KB, suntik KB, maupun KB hormonal yang lain juga dapat menyebabkan perdarahan hanya sedikit atau bahkan mengakibatkan perdarahan erat. Pemberian suntikan untuk kontrasepsi pasca melahirkan juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.
3. Menopause
Siklus haid yang tidak teratur juga bisa terjadi pada usia premenopause atau masa dimana usia mendekati menopause. Beberapa perubahan dalam siklus ini biasanya dapat diterima dan tidak memerlukan pengobatan. Sementara perdarahan yang berat memerlukan evaluasi lebih lanjut. Perdarahan setelah mencapai menopause adalah suatu yang tidak normal dan harus diselidiki.
4. Berat badan
Berat badan terlalu gemuk maupun terlalu kurus berpengaruh signifikan terhadap siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Kenaikan berat badan atau penurunan berat badan dapat menunjukkan gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa. Berat badan yang kurang juga bisa menyebabkan gangguan menstruasi, karena pada wanita dengan berat badan yang kurang, lemak yang dibutuhkan untuk pembentukan hormon menstruasi juga berkurang.
5. Stress dan aktifitas berlebihan
Stress emosional mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur. Stress bisa diakibatkan banyak faktor, masalah pekerjaan maupun masalah rumah tangga. Aktivitas yang berlebih (terlalu capek) juga bisa menyebabkan gangguan kelenjar hipotalamus, yang nantinya juga mempengaruhi hormon menstruasi , yaitu mempengaruhi pelepasan LS dan FSH, yaitu hormon hipofisis yang memicu ovulasi, bagi Anda yang bermasalah dengan siklus menstruasi tidak teratur.
Bagi Anda yang mengalami menstruasi tidak teratur dan mengalami gejala seperti yang dikatakan diatas, sebaiknya lakukan konsultasi kepada dokter ahli untuk mengatasi hal semacam ini. Atau Anda juga bisa mengonsumsi obat menstruasi tidak teratur yang dapat terjamin keamanannya.