Sabtu, 01 November 2014

FSLDK Kampanyekan Februari Sebagai Bulan Menutup Aurat

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK) Indonesia menetapkan Ferbruari 2014 sebagai bulan menutup aurat. Program yang mereka usung adalah Gerakan Menutup Aurat Internasional.
Koordinator Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia Geubrina Maghfirah menyampaikan, gerakan ini digunakan untuk mengingatkan kembali esensi menutup aurat yang tidak hanya diwajibkan bagi perempuan Muslim, tapi juga laki-laki.
Gerakan Menutup Aurat Internasional ini rencananya akan serentak dilaksanakan 14 Februari mendatang di berbagai kampus di Indonesia. “Acara akan berlangsung hingga 28 Februari, menyesuaikan jadwal akademik tiap kampus,” katanya, Rabu (5/2).
Ini untuk mengimbangi ingar-bingar perayaan hari Valentine yang biasa dilakukan pada 14 Februari. Selain membagikan jilbab, kaus kaki, dan lembar tausiyah, FSLDK juga akan mengajak Muslim yang masih kurang sempurna menutupi badan untuk memperbaiki cara berpakaian.
Misalnya, kata Geubrina, dengan menggunakan celana panjang saat berolahraga. FSLDK Indonesia masih menjajaki kemungkinan kerja sama dengan komunitas Muslimah berjilbab. “Jadi, kegiatan ini akan lebih semarak.”
Sayembara menulis perjuangan Muslimah berjilbab juga akan mulai dibuka pekan ini. Sebanyak 25 tulisan terbaik akan dibukukan dan diterbitkan. Mereka yang ingin berbagi kisah inspiratif tentang jilbab melalui sayembara bisa memantau akun Twitter @fsldkindonesia.
Geubrina mengatakan, mulai Rabu (12/2) hingga Sabtu (15/2), FSLDK menggelar kultwit tentang menutup aurat, bagaimana menutup aurat yang sesuai syariat, serta ajakan untuk menutup aurat tanpa menghakimi siapa pun.
Kultwit akan digulirkan pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan menggunakan hashtag #YukTutupAurat. LDK Al Hurriyah IPB juga melakukan beberapa kegiatan menjelang Valentine. Termasuk melakukan aksi serentak 1.000 jilbab pada 14 Februari.
Ketua LDK Al Hurriyah Al Amroyanu Habib menuturkan, dakwah soal hijab ditempuh melalui media sosial dan buletin. “Dan, pada 14 Februari, kami bersama lembaga dakwah fakultas membagikan 1.000 jilbab kepada Muslimah di kampus,” katanya.
Selain itu, untuk mahasiswa Muslim, LDK Al Hurriyah akan membagikan cokelat dan komik tentang berpakaian dan menutup aurat. Misalnya, saat bermain bola, mereka dianjurkan untuk menggunakan celana panjang.

MAHASISWA BANDUNG MELAWAN DEMOKRASI


Sabtu, 22 Oktober 2014 Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia Daerah Bandung Raya kembali menyelengagarakan Islamic Intellectual Meeting ke-7 yang diselenggarakan di Auditorium Gedung Miracle UNIKOM Bandung. Firmansyah Mahiwa dari pengurus pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan mengenai kondisi mahasiswa saat ini. Mahasiswa sebagai centre class yang merupakan pendorong kelas bawah (rakyat) dan menekan kelas atas (pemerintah). Banyak tulisan-tulisan yang memuat peran strategis mahasiswa adalah sebagai agent of change, social control dan yang lainnya. Hanya saja saat ini banyak kalangan atau pihak yang membajak peran strategis mahasiswa sehingga sikap kritis, idealis dan peran strategis lainnya menjadi tumpul dan pragmatis. Hal ini semakin diperkokoh dengan penerapan demokrasi.

Pada kesempatan berikutnya, Imaduddin Al Faruq dari Muslim Analyze mengenai hakikat demokrasi. Dikatakan bahwa demokrasi muncul dari pertentangan antara kaum bangsawan yang bekerjasama dengan para kaum agamawan dengan kelompok pemikir dan para filosof, hingga akhirnya diambil jalan tengah, dengan mengkompromikan kedua ide yang saling berlawanan itu. Dari Sekularisme kemudian tegak pemerintahan demokrasi diatasnya, yang hingga kini notabene digunakan sebagai alat bagi ideologi kapitalisme. “Maka, jika saat ini masih ada gerakan mahasiswa yang mempertahankan demokrasi bisa dikatakan mereka adalah orang-orang yang terbodohi”, tegasnya menohok.

Adapun Ruston Pirmansyah selaku aktivis BKLDK Jawa Barat memaparkan perbandingan demokrasi dengan Islam. Salah kaprah ketika dikatakan bahwa demokrasi memberikan kebebasan bagi kita untuk menyuarakan berbagai aspirasi saat ini, termasuk Islam. Jadi demokrasi hakikatnya tidak memberikan berkah apapun, karena hukum dan kuasa yang berbicara adalah suara mayoritas. Berbeda dengan demokrasi, di dalam Islam tidak ada kebebasan berpendapat, kepemilikan, keyakinan, maupun tingkah laku. Karena hukum asal perilaku seorang muslim adalah terikat dengan hukum syara’. Secara mendasar demokrasi bertentangan dari Islam.

Materi penutup disampaikan Ipank Fatin Abdullah ketua Lajnah Khusus Mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia Bandung Raya. “Demokrasi secara mendasar bertentangan dengan Islam. Banyak pihak yang menyamakan Islam dengan demokrasi dalam aspek musyawarah. Padahal itu pun punya perbedaan yang sangat besar dengan Islam. Dalam demokrasi, rakyat bisa menerapkan aturan semau mereka. Berbeda dengan Islam, dimana aturan yang harus diterapkan adalah aturan yang lahir dari aqidah Islam”, tandas Ipank. Masih menurut Ipank, demokrasi merupakan sistem yang dipaksakan ke dunia Islam dan tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada negeri-negeri kaum muslim untuk bisa menerapkan Islam secara menyeluruh. “Dengan demikian untuk menerapkan Islam tidak bisa melalui jalan demokrasi, karena akan senantiasa terjebak dengan jebakan-jebakan yang dibuat oleh demokrasi”, tegasnya menutup. [] MI Bandung.

Selamatkan Pendidikan Indonesia Membangun Generasi Emas Dengan Syariah


Selamatkan Pendidikan Indonesia
Membangun Generasi Emas Dengan Syariah

Tanggal 2 Mei sudah rutin diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Semenjak kemerdekaan di negeri ini dideklarasikan pada 17 Agustus 1945., Pendidikan untuk rakyat yang berkeadilan sepertinya hanyalah mimpi. Dari berbagai masalah pendidikan meliputi kebutuhan dasar hingga dalam fasilitas pendidikan telah membentuk kesenjangan dalam dunia pendidikan.
Permasalahan muncul silih berganti. Kurikulum yang berganti, Ujian Nasional yang bocor, hingga mahalnya pendidikan hari ini telah memberikan masa suram bagi pendidikan anak bangsa. Bahkan, hasil pendidikan yang sekuler dan materialistik telah melahirkan generasi bangsa yang rusak. Lihatlah betapa banyak Koruptor, bertambahnya kasus asusila, kejahatan hingga pembunuhan. Puncaknya adalah menuju Negara Gagal.
Untuk itu, menyimak dan memperhatikan permasalahan pendidikan yang ada, bila masih bertahan pada Sistem pendidikan hari ini maka jangan harap ada perubahan ke arah lebih baik. Generasi emas tak akan lahir dari aturan yang memisahkan antara Agama dan dunia ini. Maka untuk itu kami menyerukan:
  1. Menyerukan kepada seluruh mereka yang terlibat pada Dunia Pendidikan dari hulu hingga ke hilir, hendaknya Islam yang menjadi satu-satunya rujukan. Islam-lah yang menjadi metode pendidikan dan sistem pendidikan hari ini.
  2. Membangun karakter para pendidik dan anak didik harus bertitik-tolak kepada Syariah. Sebab karakter yang tidak melibatkan Islam, hanya akan melahirkan kegagalan generasi.
  3. Kesejahteraan dunia Pendidikan hanya bisa dibangun dengan landasan Islam. Karena Islam bersumber dari Allah SWT. Yang berhak mengatur manusia. Tentu semuanya, tak bisa dipisahkan dari sistem aturan yang terintegrasi. Sehingga Penerapan Syariah secara sempurna dan Penegakkan Khilafah adalah kebutuhan yang mendesak.
Semoga poin-poin di atas, akan melahirkan generasi emas sekaligus negara berkualitas.

Bandung, 1 Mei 2014
Rizqi Awal
Ketua BE BKLDK Nasional
Email: picteam.training@gmail.com website: www.dakwahkampus.com