Minggu, 26 Oktober 2014

Menjadi Mahasiswa Berkualitas


Tidak terasa masa putih abu-abu sudah terlewati. Banyak cerita yang terkenang indah disana. Guru yang berjasa, teman-teman seperjuangan. Sedih, senang, canda tawa dan derai air matapun mungkin pernah tertumpah di sana. Jika saat-saat itu tertantang untuk melewati ujian, ya, ujian yang pasti harus dihadapi di setiap jenjang sekolah untuk membuktikan dan melayakkan bahwa diri pantas disebut sebagai seorang terpelajar dan lulusan SMA/K. Saat ini kita menjadi pelajar yang bisa tersenyum bahagia. Kenapa? Karena kita adalah salah satu pelajar yang lulus diantara ribuan pelajar yang belum berhasil melewati ujian. Saat ini kita menjadi pelajar yang bahagia, karena cita dan impian telah jadi nyata. Ingin menanggalkan seragam putih abu-abu dengan gelar “pelajar” kemudian menuju tangga pendidikan yang lebih tinggi dengan tersemat gelar “mahasiswa”.
Emt, Mahasiswa, siapa yang tak tersenyum bahagia dan bangga dengan gelar itu. Bahkan sematan mahasiswa adalah impian dari jutaan pelajar lainnya. Bila diibaratkan, sematan mahasiswa adalah salah satu impian dan cita-cita seperti kuncup bunga yang merindukan mekar. Namun, meski diri sedang diliputi rasa bahagia sudah diterima menjadi mahasiswa di pergurun tinggi, kita jangan sampai lupa akan tantangan-tantangan yang ada di dunia kampus. Saat masih mengenakan seragam putih abu-abu mungkin kita akan berfikir bahwa dunia perkuliahan adalah dunia kebebasan, bebas dari orang tua yang jauh, bebas dari mengenakan seragam dan lebih dianggap menjadi seseorang yang dewasa. Benarkah begitu?
Mengenai hal tersebut, kita sebagai seorang muslim nggak boleh alpha, bahwa setiap keberhasilan dan kesenangan yang kita rasakan adalah atas karunia Allah, maka seharusnya dan sepantasnya kita bersyukur kepadan-Nya. Menjadi seorang mahasiswa juga bukanlah momen untuk melepas penat atas usaha-usaha kita di masa putih abu-abu. Justru di dunia perkuliahanlah tantangan besar kita. Apa saja tantangannya ?
Pertama, dunia baru yang lebih bebas. Dunia kampus adalah dunia yang lebih bebas dari sebelumnya maka kita harus berhati-hati agar nggak kena gaul bebas. Karena bisa jadi kita salah lingkungan dan salah gaul yang membuat kita justru menjadi manusia yang buruk. Maka penting halnya diri kita memilih lingkungan dan teman yang mampu menghantarkan kita kepada kebaikan. Jangan asal-asalanlho, nanti bisa bahaya. Teman-teman nggak maukan salah gaul?.
Kedua, dunia baru yang kompetitif. Masuk dalam dunia perkuliahan akan membuat kita lebih berusaha keras dalam melakukan sesuatu terutama dalam meraih prestasi. Karena teman-teman kita adalah orang-orang yang datang dari berbagai daerah dan memiliki kecerdasan untuk saling berkompetisi meraih prestasi. Bahkan, prestasi tak melulu didapat dari bangku perkuliahan namun bisa melalui organisasi dan yang lainnya. Lalu bagaimana caranya supaya bisa berkompetisi?Tentu hal itu berkenaan dengan managemen aktivitas. Lakukan apa yang harus dan penting dilakukan. Yang bikin hidup sia-sia tinggalkan saja.
Banyak yang terjadi, dulu mereka alim-alim sewaktu SMA/K, eh, jadi salah gaul saat kuliah. Namun juga banyak yang tadinya alim tambah alim, yang tadinya nakal jadi alim. Mau yang manakah kita diantara pilihan itu?. So, kita jangan sampai alpha, santai-santai dan menganggap bebas berbuat apa saja. Kalau kita berbuat bebas seenaknya bisa jadi kita gagal jadi mahasiswa berkualitas. Karena mahasiswa berkualitas itu adalah mahasiswa yang doyan belajar,berdiskusi, berkarya, beroganisasi dan berinteraksi. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi. Ingatkah? Bahwa setiap hamba akan dimintai pertanggung jawaban dalam setiap perbuatannya, terutama usia muda . “Kedua kaki hamba tidak akan bergeser hingga ditanya tentang; umurnya pada apa dia habiskan, ilmunya pada apa yang ia amalkan, hartanya darimana dia usahakan dan kemana dia belanjakan dan tubuhnya pada apa ia hancurkan”. (HR at-Turmudziy)
Selamat menjalani dunia baru di perkuliahan, dunia yang kompetitif dan prestatif. Hanya merekalah yang pandai memanfaatkan waktu yang bisa meraih kesempatan itu. Siap menjadi mahasiswa berkualitas? Harus siap dong ya. Karena impian hanya akan didapat oleh mereka yang berani bermimpi dan berani mengambil sikap atas mimpinya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar