“Suami mah pelit memuji. Nggak ada romantis-romantisnya,” kata Ummu Hafiz dalam sebuah percakapan. Hm, mungkin banyak ibu-ibu yang mengalami hal serupa. Dalam hati membatin, ini suami sebenarnya cinta tidak ya, kok tak pernah mengungkapkan rasa sayangnya.
Sementara, selama ini sudah telanjur
teropini bahwa para wanita itu menghendaki pasangan yang romantis, penuh
kejutan dan perhatian. Tapi, boro-boro mengatakan “aku mencintaimu”
kepada pasangan, tanggal pernikahan saja lupa.
Nah, berdasar sharing dengan beberapa
ibu-ibu, disimpulkan bahwa kebanyakan para suami –khususnya suami
pengemban dakwah—merasa malu, jaim atau aneh jika harus menunjukkan
ekspresi kasih sayangnya secara terbuka pada sang istri. Makanya, kaum
istri juga tidak perlu terlalu berangan-angan memiliki suami yang
romantis bak dongeng-dongeng Princess.
Sebaliknya, para istri juga seharusnya
introspeksi, jangan-jangan selama ini juga tidak pernah menunjukkan rasa
sayangnya pada pasangan? Jangan-jangan para suami sebenarnya juga
membayangkan mendapatkan istri yang romantis-romantisan?
Ah, sudahlah. Yang jelas, suami atau
istri memang harus saling berkasih sayang. Entah diekspresikan secara
lugas atau tidak, tergantung kebutuhan, situasi dan kondisi. Tergantung
juga pelakunya, karena setiap pribadi unik dengan karakternya
masing-masing. Perilaku suka memuji atau romantis itu tidak bisa
dipaksakan pada setiap orang. Bahkan akan menjadi tidak pas, bahkan
terkesan norak jika ekspresi kasih sayang itu disampaikan dengan cara
dibuat-buat dan dalam situasi yang tidak tepat.
Bukannya mendapat respons positif
pasangan, kadang malah dicurigai macam-macam. Dinilai negatif, seperti
ungkapan ini: “tumben nih suami kok jadi romantis, jangan-jangan nikah
lagi.”
Yang pasti, tanpa diucapkan dengan
kata-kata, banyak sinyalemen yang menunjukkan bahwa pasangan sejatinya
sangat menyayangi Anda. Misalnya, di depan Anda ia tidak pernah memuji,
tapi di luar sana ia menceritakan kelebihan-kelebihan Anda dalam hal
kepribadian, mengurus rumah tangga dan mendidik anak.
Termasuk di depan mertua Anda, pasangan
memuji tanpa sepengetahuan Anda. Bungkamnya pasangan karena menutupi
kekurangan-kekurangan Anda di hadapan mertua, kerabat, teman atau
kenalan adalah bukti ia menyayangi Anda. Ia tidak ingin aib Anda
terkuak.
Selain itu, pemberian izin dan
dukungannya pada kegiatan positif Anda, juga bukti kasih sayangnya.
Kerelaannya mengorbankan waktu kebersamaan dengan Anda, mengantar-jemput
dengan tulus-ikhlas, membantu pengasuhan anak-anak dan pekerjaan rumah
tangga, cukup menjadi dorongan moral yang tidak bisa diungkapkan dengan
kata-kata.
Begitulah, definisi kasih sayang memang
tidak eksak. Tak dapat terungkap dengan kata, tapi bisa dibuktikan
dengan perbuatan. Maka peliharalan dengan bumbu komunikasi yang hangat
dan bersahabat. insya Allah kasih sayang akan semakin melekat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar