Sabtu, 08 November 2014

Remaja NgomPol (Ngomongin Politik)

Remaja sejatinya merupakan pilar penting kemajuan negeri. Namun bila kita lihat seperti apa kondisi remaja saat ini, ternyata sangat memprihatinkan. Remaja merokok, minum miras, narkoba, pacaran, seks bebas hingga menggunungnya kasus remaja hamil di luar nikah yang sudah menjadi rahasia umum dan masih banyak lagi prilaku buruk lainnya. Bahkan yang terbaru adalah kasus geng motor yang sering meresahkan warga yang baru-baru ini berhasil ditangkap oleh polisi, di depan mini market Jln. Pangeran Kornel, Sumedang Selatan. Usia diantara 15 remaja tersebut adalah 13-16 tahun. (wwww.lodya.web.id). Apakah layak yang seperti ini menjadi generasi penerus bangsa? Betapa sangat mengerikan sekali kehidupan sebagian besar remaja saat ini.
Remaja hidup semau gue, tidak mau diatur dengan aturan yang benar, bebas sebebas-bebasnya dan tidak memperdulikan orang lain. Apalagi jika disodorkan masalah politik, mereka pasti langsung menolak karena mereka masih merasa tabu sehingga tidak mau memikirkan masalah politik. Jika kondisi remaja saat ini terus seperti ini bagaimana bisa menjadi pilar penting kemajuan negeri?
Mungkin politik yang saat ini diketahui oleh kebanyakan orang adalah politik dalam rangka perebutan kekuasaan. Bahkan ada yang beranggapan bahwa politik itu kotor karena banyak para pelaku politik negeri ini yang melakukan korupsi dll. Sistem politik yang seperti itu adalah sistem politik ala Demokrasi Kapitalis. Lantas politik yang sebenarnya itu yang seperti apa?
Islam memandang bahwasanya politik itu adalah Riayah Su’unil Ummah (mengurusi urusan umat/masyarakat). Dalam Islam aktivitas politik merupakan kewajiban bagi seluruh muslim termasuk di dalamnya adalah remaja. Bahwasanya politik Islam tidak hanya dibebankan kepada ustadz/ustadzah tetapi remaja pun sama, baik itu laki-laki atau perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat secara umum. Dalam hal ini Allah SWT. telah berfirman:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli kitab beriman tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQS. Ali-Imran: 110)
Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan aktivitas politik Islam yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Karena dari aktivitas tersebut kita peduli terhadap orang lain untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, mengkoreksi penguasa yang dzolim juga merupakan aktivitas politik remaja. Maka dari itu remaja harus melek politik, harus mampu melihat fakta yang terjadi saat ini, mengetahui letak masalah dan juga memahami solusinya.
Dari pemahaman politik yang benar (berpolitik Islam) disana akan muncul kesadaran untuk merubah kondisi yang buruk menjadi lebih baik sehingga akan didapati kepantasan bahwa remaja sejatinya merupakan pilar penting kemajuan sebuah Negeri. Wallahua’lam bi ash showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar