Remaja sejatinya merupakan pilar penting
kemajuan negeri. Namun bila kita lihat seperti apa kondisi remaja saat
ini, ternyata sangat memprihatinkan. Remaja merokok, minum miras,
narkoba, pacaran, seks bebas hingga menggunungnya kasus remaja hamil di
luar nikah yang sudah menjadi rahasia umum dan masih banyak lagi prilaku
buruk lainnya. Bahkan yang terbaru adalah kasus geng motor yang sering
meresahkan warga yang baru-baru ini berhasil ditangkap oleh polisi, di
depan mini market Jln. Pangeran Kornel, Sumedang Selatan. Usia diantara
15 remaja tersebut adalah 13-16 tahun. (wwww.lodya.web.id). Apakah layak
yang seperti ini menjadi generasi penerus bangsa? Betapa sangat
mengerikan sekali kehidupan sebagian besar remaja saat ini.
Remaja hidup semau gue, tidak mau diatur
dengan aturan yang benar, bebas sebebas-bebasnya dan tidak
memperdulikan orang lain. Apalagi jika disodorkan masalah politik,
mereka pasti langsung menolak karena mereka masih merasa tabu sehingga
tidak mau memikirkan masalah politik. Jika kondisi remaja saat ini terus
seperti ini bagaimana bisa menjadi pilar penting kemajuan negeri?
Mungkin politik yang saat ini diketahui
oleh kebanyakan orang adalah politik dalam rangka perebutan kekuasaan.
Bahkan ada yang beranggapan bahwa politik itu kotor karena banyak para
pelaku politik negeri ini yang melakukan korupsi dll. Sistem politik
yang seperti itu adalah sistem politik ala Demokrasi Kapitalis. Lantas
politik yang sebenarnya itu yang seperti apa?
Islam memandang bahwasanya politik itu
adalah Riayah Su’unil Ummah (mengurusi urusan umat/masyarakat). Dalam
Islam aktivitas politik merupakan kewajiban bagi seluruh muslim termasuk
di dalamnya adalah remaja. Bahwasanya politik Islam tidak hanya
dibebankan kepada ustadz/ustadzah tetapi remaja pun sama, baik itu
laki-laki atau perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
masyarakat secara umum. Dalam hal ini Allah SWT. telah berfirman:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari
yang mungkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli kitab beriman
tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman
dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQS. Ali-Imran: 110)
Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan
aktivitas politik Islam yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan.
Karena dari aktivitas tersebut kita peduli terhadap orang lain untuk
saling mengingatkan dalam kebaikan, mengkoreksi penguasa yang dzolim
juga merupakan aktivitas politik remaja. Maka dari itu remaja harus
melek politik, harus mampu melihat fakta yang terjadi saat ini,
mengetahui letak masalah dan juga memahami solusinya.
Dari pemahaman politik yang benar
(berpolitik Islam) disana akan muncul kesadaran untuk merubah kondisi
yang buruk menjadi lebih baik sehingga akan didapati kepantasan bahwa
remaja sejatinya merupakan pilar penting kemajuan sebuah Negeri.
Wallahua’lam bi ash showab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar