Mahasiswa yang dalam perkembangannya
merupakan salah satu pihak yang tentu paling banyak melakukan kontribusi
perubahan bagi berkembangnya suatu negara, melalui pemikirannyalah ia
akan selalu menjadi harapan peradaban yang tentu dicita-citakan ummat.
Agent of change dan social of control adalah fungsi yang tak pernah
lepas dari pundak dan perjuangan mahasiswa, sungguh menarik tatkala
membahas mahasiswa sebagai salah satu pilar peradaban, yang kapasitasnya
tentu memberikan pengaruh pada sejarah peradaban.
Namun semua citra mahasiswa tersebut
tergusur oleh fakta mahasiswa dan mahasiswi di era ini, yang pada
faktanya mereka lebih memilih diam dan apatis terhadap persoalan yang
dihadapi umat hari ini, sungguh memprihatinkan tatkala perannya sebagai
agen perubahan ia kuburi dalam kamus kehidupannya dan memilih hedonisme
sebagai bagian aktivitasnya, dan pada akhirnya terjebak dalam
permainan-permainan barat yang tentu menghasilkan budaya-budaya bernilai
kufur, seperti pergaulan bebas, free sex, dll.
Di sisi lain, ada juga gambaran
mahasiswa yang rela menggadaikan intelektualnya demi pragmatisme politik
murahan, sehingga yang terjadi adalah retorika penuh tipu-tipu ramai di
tengah jalan demi pesan politikus politikus kotor produk demokrasi
sekuler.
Maka, sudah saatnya mahasiswa sadar
bahwa di tengah-tengah kehidupan dunia saat ini ada sebuah simpul
masalah besar yang membutuhkan perubahan hakiki melalui perjuangan peran
mahasiswa dalam memainkan fungsi agen of change dan social of
controlnya, yang semua itu dilakukan oleh intelektualnya sebagai
mahasiswa muslim yang sadar dengan kerusakan yang ada, dan aqidah serta
ideologinya menjadi penggerak untuk menegakkan ideologi Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar